APA SIH PENTINGNYA MATEMATIKA??? Terutama Dalam Kehidupan Sehari-hari???
Pasti
kamu pernah bertanya, kenapa sih kita mesti belajar matematika? dari mulai kita
kecil, SD, SMP, SMA/SMK, bahkan kuliah pun matematika seolah-olah menjadi mata
pelajaran yang wajib. Bahkan saat ujian nasional pun matematika termasuk mata
pelajaran yang diujikan.
πKadang
malah kita berpikir apa ya manfaatnya belajar matematika? π
πApakah
ada hubungan belajar matematika dalam kehidupan nyata? π
πTrus
belajar integral, differensial, aljabar linier, fungsi kompleks apakah
memberikan pengaruh bagi kehidupan kita? π
Buat
yang penasaran, liat nih beberapa manfaat yang kamu dapet kalo kamu belajar
matematika
- Cara berpikir matematika itu sistematis, melalui urutan-urutan yang teratur dan tertentu. dengan belajar matematika, otak kita terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis. Sehingga bila diterapkan dalam kehidupan nyata, kita bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah
- Cara berpikir matematika itu secara deduktif. Kesimpulan di tarik dari hal-hal yang bersifat umum. bukan dari hal-hal yang bersifat khusus. Sehingga kita menjadi terhindar dengan cara berpikir menarik kesimpulan secara “kebetulan”. Misalnya kita tidak bisa menyatakan kalo “kita tidak boleh lewat jalan A pada hari sabtu, karena jalan tersebut meminta tumbal tiap hari sabtu” hanya karena ada beberapa orang yang kebetulan kecelakaan dan meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu. Kita seharusnya berpikir bahwa orang yang meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu bukan karena tumbal. tapi harus dianalisa lagi apakah karena orang tersebut tidak hati-hati, ataukah jalan yang sudaha agak rusak, atau sebab lain yang lebih rasional.
- Belajar matematika melatih kita menjadi manusia yang lebih teliti, cermat, dan tidak ceroboh dalam bertindak. Bukankah begitu? coba saja. Masih ingatkah teman-teman saat mengerjakan soal-soal matematika? kita harus memperhatikan benar-benar berapa angkanya, berapa digit nol dibelakang koma, bagaimana grafiknya, bagaimana dengan titik potongnya dan lain sebagainya. Jika kita tidak cermat dalam memasukkan angka, melihat grafik atau melakukan perhitungan, tentunya bisa menyebabkan akibat yang fatal. Jawaban soal yang kita peroleh menjadi salah dan kadang berbeda jauh dengan jawaban yang sebenarnya.
- Belajar matematika juga mengajarkan kita menjadi orang yang sabar dalam menghadapi semua hal dalam hidup ini. Saat kita mengerjakan soal dalam matematika yang penyelesaiannya sangat panjang dan rumit, tentu kita harus bersabar dan tidak cepat putus asa. jika ada langkah yang salah, coba untuk diteliti lagi dari awal. Jangan-jangan ada angka yang salah, jangan-jangan ada perhitungan yang salah. Namun, jika kemudian kita bisa mengerjakan soal tersebut, ingatkah bagaimana rasanya? rasa puas dan bangga.( tentunya jika dikerjakan sendiri, buakn hasil contekan,. he.he.he). begitulah hidup. Kesabaran akan berbuah hasil yang teramat manis.
- Yang tidak kalah pentingnya, sebenarnya banyak kok penerapan matematika dalam kehidupan nyata. Tentunya dalam dunia ini, menghitung uang, laba dan rugi, masalah pemasaran barang, dalam teknik, bahkan hampir semua ilmu di dunia ini pasti menyentuh yang namanya matematika.
Maka
sering kali kita mendengar bahwa matematika itu sulit, padahal kesulitan itu
bisa diatasi apabila didukung dengan banyaknya latihan dirumah, mungkin bukan
hanya matematika saja yang perlu latihan di rumah pada pelajaran lain pun sama.
Menurut Robert K. Cooper dan Ayman Sawaf, membuat satu konsep bahwa “Kecerdasan
emosional” dianggap akan dapat membantu siswa dalam mengatasi hambatan-hambatan
psikologis yang ditemuinya dalam belajar. Menurutnya kecerdasan emosional
adalah “Kemampuan merasakan, memahami dan secara eefktif menerapkan daya dan
kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi, dan pengaruh
manusiawi”.
Kecerdasan
emosional yang dimiliki siswa sangat berpengaruh terhadap hasil belajar, karena
emosi memancing tindakan seorang terhadap apa yang dihadapinya.
Pembelajaran
matematika merupakan pengembangan pikiran yang rasional bagaimana kita dapat
mereflesikan dalam kehidupan sehari-hari. Dari alasan tersebut penulis tertarik
untuk meneliti tentang pengaruh kecerdasan emosional siswa terhadap prestasi
hasil belajar matematik.
Matematika
dalam pengembangan SDM.
Secara
umum, matematika juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Secara
lebih umum, untuk mengoptimalkan SDM perlu adanya manajemen sumber daya
manusia. Setelah disadari bahwa sumber daya manusia perlu dikaji faktor apa
saja dari sumber daya manusia tersebut yang perlu ditingkatkan. Dalam model
awal pada kajian di tersebut, karakter yang memegang peran pada SDM
diprioritaskan antara lain: cerdas (c), tenggap/responsif (r), cermat/teliti
(l) dan taat SOP/disiplin (d). Nampak bahwa karakter sumber daya manusia,
misalnya teliti, akan berhubungan dengan cerdas, taat melakukan prosedur
perhitungan, dengan diulang-ulang sebanyak iterasi tertentu, tergantung dari
proses penyelesaian permasalahan yang dihadapi. Hal ini menunjukkan bahwa di
antara faktor-faktor yang ada pada sumber daya manusia masih saling berpengaruh
antar yang satu dengan yang lain. Jika pengaruh ini signifikan maka ada
kemungkinan model yang dipakai bukan lagi linier. Jadi, bisa disimpulkan bahwa
model pengembangan sumber daya manusia dapat berbentuk regresi linier berganda
yang akan ditentukan oleh koefisien dari masing-masing faktor yang berupa
karakter yang bersangkutan. Makin banyak jenis data yang terkumpul akan
diperoleh model yang semakin halus, iterasi yang lebih tinggi.
Dari
sisi pelajar, pemahaman tentang manfaat matematika dalam kehidupan sangat
berperan penting. Ada pepatah “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak
cinta”. Artinya dalam proses belajar khususnya belajar matematika, siswa harus
mengenal dulu apa itu matematika ? bagaimana proses matematika ? untuk apa itu
matematika ?. Motivasi tersebut harus diberikan sehingga minat atau kemauan
siswa untuk mempelajari matematika muncul, sehingga pada proses belajarnya
mereka akan fokus dan dapat menerima dengan baik materi yang dipelajari.
Pendidikan
matematika dapat diartikan sebagai proses perubahan baik kognitif, afektif, dan
kognitif kearah kedewasaan sesuai dengan kebenaran logika.
Ada
beberapa karakteristik matematika, antara lain :
1.
Objek yang dipelajari abstrak.
Sebagian
besar yang dipelajari dalam matematika adalah angka atau bilangan yang secara
nyata tidak ada atau merupakan hasil pemikiran otak manusia.
2.
Kebenaranya berdasarkan logika.
Kebenaran
dalam matematika adalah kebenaran secara logika bukan empiris. Artinya
kebenarannya tidak dapat dibuktikan melalui eksperimen seperti dalam ilmu
fisika atau biologi. Contohnya nilai √-2 tidak dapat dibuktikan dengan
kalkulator, tetapi secara logika ada jawabannya sehingga bilangan tersebut
dinamakan bilangan imajiner (khayal).
3.
Pembelajarannya secara bertingkat dan kontinu.
Pemberian
atau penyajian materi matematika disesuaikan dengan tingkatan pendidikan dan
dilakukan secara terus-menerus. Artinya dalam mempelajari matematika harus
secara berulang melalui latihan-latihan soal.
4.
Ada keterkaitan antara materi yang satu dengan yang lainnya.
Materi
yang akan dipelajari harus memenuhi atau menguasai materi sebelumnya. Contohnya
ketika akan mempelajari tentang volume atau isi suatu bangun ruang maka harus
menguasai tentang materi luas dan keliling bidang datar.
5.
Menggunakan bahasa simbol.
Dalam
matematika penyampaian materi menggunakan simbol-simbol yang telah disepakati
dan dipahami secara umum. Misalnya penjumlahan menggunakan simbol “+” sehingga
tidak terjadi dualisme jawaban.
6.
Diaplikasikan dibidang ilmu lain.
Materi
matematika banyak digunakan atau diaplikasikan dalam bidang ilmu lain. Misalnya
materi fungsi digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mempelajari fungsi permintan
dan fungsi penawaran.
Berdasarkan
karakteristik tersebut maka matematika merupakan suatu ilmu yang penting dalam
kehidupan bahkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini yang harus
ditekankan kepada siswa sebelum mempelajari matematika dan dipahami oleh guru.
Logika
sebagai matematika murni
Logika
termasuk matematika murni karna matematika adalah logika yang tersistematika.
Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan
tanda-tanda atau simbol-simbol matematik (logika simbolik).
Selain
materi himpunan, ada pembelajaran Matematika realistik yang membantu agar
matematika jadi lebih akrab dengan kehidupan.
Materi
matematika tentang Himpunan misalnya. Dengan mempelajari Himpunan, diharapkan
kemampuan logika akan semakin terasah. Sebaliknya, untuk mempelajari Himpunan
secara tidak langsung akan memacu kita agar kita mampu berpikir secara logis.
Logis
Logika
seperti apa yang perlu kita asah? berpikir logis yang bagaimana yang di
kehidupan kita?
Logika
sendiri berasal dari kata Yunani kuno logos yang artinya hasil pertimbangan
akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika
juga sering disebut dengan logike episteme atau ilmu logika yang mempelajari
kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Dalam
hidup, logika memiliki peran penting. Karena logika berkaitan dengan akal
pikir. Banyak kegunaan logika antara lain:
1.
Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional,
kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren
2.
Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif
3.
Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan
mandiri
4.
Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas
sistematis
5.
Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir,
kekeliruan serta kesesatan
6.
Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian
Jadi
logika matematika membantu agar matematika jadi lebih akrab dengan kehidupan.ππ
Komentar
Posting Komentar